aku semakin membesar

dahulu aku punyai segalanya
namun kini semuanya lesap sekelip mata
aku punyai kamu yang senantiasa bersamaku
yang tidak jemu dengan karenahku
yang tidak pernah ada hentinya kasih sygmu padaku
namun aku terlalu muda untuk menilainya
terlalu naif dengan cinta pertamaku
maafkan aku wahai kasih
kamu banyak mengajar aku erti hidup
namun kini ku jauh lebih matang
mungkin kerana aku telah banyak pelajari dari dirimu
untuk kali ini
aku terluka lagi
parut yang tercalar
kembali berdarah
namun hatiku tidak serapuh dulu
kerna aku sudah bisa dengan keadaannya
jikalau kasihmu tidak untukku
bilang saja padaku
usah kamu memberi harapan palsu
aku tidaklah sedungu yang kamu bayangkan
ku biarkan rasa rindu ku itu hanyut
kerna takut terluka kembali
permainan apakah yang sedang kamu rancangkan
tidak perlu kamu sembunyikan siapa kamu
kerna aku bisa menyayangi kamu seadanya
jangan pernah gusar dengan masa lampaumu
jika kamu ikhlas untuk berubah keranenya
maka percayalah
tuhan akan temukan seseorang untuk kamu yang bisa menerimamu seadanya
jangan pernah putus asa dalam doamu
dan jangan cepat menyerah kalah dengan nafsumu
tiada ruginya bila kamu belajar bersabar
malah kamu akan rasa lebih tenang
dunia ini hanyalah sementara
hanyalah pinjaman di mana kita adalah pelakon di pentas dunia ini
maafkan aku sayang kerna tidak bisa menjadi yang sempurna untukmu

Comments